~Mengatasi Malas
Malas merupakan salah satu sifat dan kebiasaan yang seringkali menjangkiti kebanyakan kita, termasuk saya. Malas adalah salah satu musuh utama kemajuan.
Banyak hal yang semestinya dapat dikerjakan dan diselesaikan akhirnya hanya tinggal rencana saja akibat terjangkiti rasa malas. 
Saya pernah membaca kalau sebenarnya malas itu terkait dengan sifat lain, salah satunya adalah adalah takut, takut menghadapi konsekuensi masa depan yang cenderung negatif.
Masa depan disini tak hanya masa depan dalam rentang waktu yang panjang, namun juga dalam waktu yang pendek pula.
Pengalaman saya, kemalasan juga membuat kita suka menunda-nunda pekerjaan yang semestinya dapat diselesaikan dengan lebih cepat. Padahal penundaan ini justru malah membuat repot di belakang hari karena bagaimanapun pekerjaan tersebut juga harus diselesaikan, malah terkadang waktunya semakin mepet.
Seringkali kita malas melakukan suatu pekerjaan karena kita merasa 'keberatan' atau merasa bahwa pekerjaan itu bukan seharusnya kita yang menyelesaikan.
Untuk mengatasi rasa malas ini memang bukan perkara mudah. Sampai sekarangpun saya masih sering bergelut dengan rasa malas ini.
Salah satu langkah mengatasi malas adalah dengan beberapa tips berikut. Cobalah melihat masa depan dengan lebih positif. Konsekuensi dari pekerjaan apapun pasti ada, baik yang baik atau buruk. 
Kalaupun apa yang kita kerjakan itu salah, janganlah hal itu mematahkan kita. Kesalahan adalah hal manusiawi asalkan kita dengan besar hati mau mengakui dan memperbaiki kesalahan itu, untuk maju selangkah lebih baik lagi. bahkan kita harus terus mempertanyakan kepada diri sendiri apakah perbuatan kita selama ini sudah benar atau harus diluruskan.
"Hidup yang tak pernah dipertanyakan adalah hidup yang hakikatnya tak layak untuk dilanjutkan", kata Socrates. 
Untuk mengatasi perasaan berat hati saat melakukan pekerjaan, gantilah perasaan 'saya harus mengerjakan' dengan saya ingin mengerjakan'. Kita melakukan pekerjaan bukan karena 'harus' tapi memang kita ingin dan senang melakukannya. Nikmatilah setiap langkah.
Kita juga harus ingat bahwa waktu adalah salah satu anugerah Allah yang harus kita syukuri dengan mengisinya dengan perbuatan yang baik dan bermanfaat, bukan dengan mengisinya dengan bermalas-malasan.
Selain berusaha, tentu kita juga harus banyak berdoa, karena semua usaha kita tak akan ada pengaruhnya tanpa campur tangan kekuasaan Tuhan.
Berikut ini doa untuk dilindungi dari beberapa sifat buruk, termasuk malas yang saya kutip dari Kitab Hishnul Muslim (disusun oleh Syaikh Said bin Ali Al-Qahthani).
#Gdoa1.png
#IAllahumma inni 'audzubika minal hammi wal huzni, wal 'ajzi wal kasali, wal bukhli wal jubni, wa dhala'iddaini wa ghalabatir rijal.
#I"Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang"
Semoga kita dijauhkan dari sifat malas dan sifat buruk lainnya.
~