~Super Women
Hari ini diperingati sebagai hari Kartini. Hari dimana kita musti mengingat bahwa wanita adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan, yang sampai saat ini masih didominasi pria. Pagi ini banyak anak berkostum busana daerah. Dan waktu saya membuka Google, ternyata Google-pun memperingatinya.
Wanita adalah makhluk lemah. Demikian anggapan di masyarakat kita, baik anggapan berlatar kultur maupun pemahaman beragama. Namun jika dilihat di kenyataannya, seringkali kita menemukan hal sebaliknya, banyak wanita yang menjadi tulang punggung keluarga. 
Ada yang karena suaminya sakit parah sehingga tidak mampu bekerja, atau istri yang harus banting tulang menghidupi keluarga karena suami yang tak bertanggung jawab, tak mau bekerja bahkan ada yang tega "memalak" istrinya yang bekerja susah payah hanya untuk beli rokok atau mabuk. 
Ada istri yang susah payah kerja jadi TKW karena suaminya menganggur, ketika pulang justru mendapati si suami sudah kawin lagi, bahkan deangan biaya yang dikirim istrinya..
Dan pada kenyataannya pula, wanita sering lebih tegar menghadapi kesulitan hidup dan lebih bertanggung jawab atas kesejahteraan dan masa depan anak. Ini dibuktikan Muhammad Yunus, peraih nobel dari Bangladesh.
Yunus dengan Bank Grameen-nya dengan sabar berusaha mengangkat derajat keluarga-keluarga miskin dengan terutama membidik dan mentargetkan wanita sebagai pelaku utama pengentasan kemiskinan keluarga. Meski awalnya agak sulit, banyak wanita Bangladesh tidak mau. 
Diantaranya adalah adanya budaya lokal yang memisahkan perempuan dari kegiatan di ruang publik termasuk wanita tidak boleh memegang uang, Tetapi M.Yunus yakin melalui tangan para ibu/wanita Bangladesh, kemiskinan di Bangladesh pelan-pelan akan berkurang.
Banyak hasil kajian memperlihatkan setelah perempuan terpapar akses ekonomi, memiliki rekening bank, punya penghasilan, dan menjadi lebih independen maka hubungan suami-istri berubah total, para suami menaruh respek pada mereka, kekerasan dalam rumah tangga jauh berkurang. 
Banyak perempuan menjadi penghasil utama dalam keluarga. Anak-anak sekarang bersekolah bahkan banyak yang mampu melanjutkan ke universitas. Dan kondisi semacam itu betul-betul terasa dalam kehidupan wanita Bangladesh, lebih-lebih didalam mengerakan perekonomian. Bank Grameen yang telah beroperasi 32 tahun, sekarang memiliki 2,226 cabang di 78.658 desa dengan 7,21 juta nasabah, 97 prosennya perempuan. 
Stafnya berkembang dari 3 orang menjadi 23.345. Uang yang berputar secara kumulatif berjumlah sekitar enam miliar dollar AS yang disalurkan kepada keluarga miskin per bulan 6,6 juta warga miskin dan mayoritas wanita.
Kini, nasabah bank Gremeen ini separuh lebih telah terbebas dari kemiskinan. Yunus membuktikan ketika diberdayakan itu adalah perempuan/ibu, pada dasarnya yang terangkat derajatnya adalah sebuah generasi.
Lihatlah di lingkungan kita, di pasar misalnya. Kita mungkin akan menemui banyak wanita bahkan yang sampai berusial lanjut yang masih aktif bekerja. Saya banyak menemui nenek-nenek, yang berjualan sampai larut malam. Mereka adalah para manusia super yang harus kita hargai dengan penghargaan yang layak.
#Gnenek.png
Selamat Hari Kartini
21 April 2009
~