~Pengabdian
Proses persalinan anak saya kemarin selain membuat kebahagiaan tak terkira bagi saya, juga membuka mata saya terhadap pengabdian para petugas medis. Selama pemeriksaan kehamilan dan utamanya pada persalinan saya merasakan bahwa para petugas medis ini memang orang orang luar biasa. 
Mungkin sebelum mengalami ini semua saya cenderung melihat mereka berprofesi demikian karena mereka memang dibayar untuk itu. Tapi menurut saya itu saja tidak cukup. Bekerja sebagai tenaga medis adalah panggilan pengabdian. 
Seorang dokter yang jadi salah satu langganan kami ada yang rela diskusi panjang lebar dengan pasien sampai malam dengan senang hati dan penuh motivasi. Sering sampai malam karena pasien memang banyak. Ada teman yang bilang kalau pernah antri di dokter itu, lalu ada pasien yang kemungkinan bukan orang mampu, dokter bicara ke perawat kalau pasien tersebut tak perlu membayar.
Ada teman lain yang bilang, waktu ada gempa besar banyak rumah dan ekonomi hancur. Sepasang suami-istri datang ke dokter itu berniat menggugurkan karena alasan ekonomi. Dokter itu melarang, dan menasehati untuk menjaga bayinya sampai lahir, biaya ditanggung si dokter.
Saya juga sangat berterimakasih kepada kakak saya yang kebetulan adalah bidan. Dia ikut menunggui semalam suntuk di kamar bersalin, memberikan motivasi, memberikan bantuan yang saya sangat yakin tak semua orang bisa melakukan hal-hal seperti ini kalau motif nya sekedar materi.
Di tengah isu kurang sedap praktisi medis, saya tetap salut dan memberikan apresiasi tinggi bagi petugas medis secara umum. Karena dengan lantaran pengabdian tulusnya-lah kualitas hidup kita bahkan keberlangsungan hidup kita  menjadi lebih baik.
~