~Kubah Terbang dan DNA dalam Al Quran
Sebuah TV nasional menyiarkan berita yang agak lain dari biasanya. Diceritakan, di Kailolo, Pulau Haruku, Maluku Tengah ada fenomena menakjubkan. Sebuah kubah dengan berat berton-ton terbang dengan sendirinya menuju ke menara diiringi tahlil dari warga yang menyaksikan kejadian ini dan menambah suasana magis semakin terasa. 
Pelan tapi pasti, kubah yang dibungkus kain hitam bergerak naik menuju menara...
Itulah informasi dan video yang beberapa waktu lalu beredar di internet bahkan pernah ditayangkan mainstream media, Trans TV. Saya sendiri pertama melihat video ini agak sanksi. Saya yakin kalau video ini hoax semata. Dan kalau kita search lagi di internet, indikasi bahwa ini adalah hoax sudah disinyalir beberapa pihak. Silahkan baca ulasannya di beberapa blog. 
Videonya sangat mungkin benar, tapi tentang kubah yang terbang adalah sangat diragukan. Bisa jadi kubah ini diangkat memakai tali yang tak terekam kamera atau karena sudah diedit.
Berita lainnya, tentang Kode genetik DNA dalam Al-Quran. Berikut ini kutipannya: 
#ISeorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo, Newton dan Einstein yang berhasil membuktikan tentang keterkaitan antara Al Quran dan rancang struktur tubuh manusia adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalah lulusan Summa Cumlaude dari Duke University. 
#IWalaupun ia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat cintanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian genetiknya.
#ISalah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu pengetahuan adalah itemukannya informasi lain selain konstruksi Polipeptida yang dibangun dari kodon DNA. Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat Fussilat ayat 53 yang juga dikuatkan dengan hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli embriologi dari Kanada... dst
Membaca ini saya tak langsung percaya (tentu bukan tak percaya tentang Al-Quran-nya, tapi kepada validitas berita itu).  Ada indikasi berita yang sudah tersebar luas beberapa tahun ini sebenarnya adalah hoax. Saya kira umat Islam harus waspada dan hati hati dalam menerima dan menyebarkan informasi yang mengarah kepada hoax, apalagi jika informasi semacam ini digunakan untuk dakwah.
Konon penemuan ini sudah ada sejak 1999, namun sampai hari ini saya tak pernah menemukan buku atau makalah resmi tentang hal ini. Ketika awal muncul banyak yang terkagum-kagum dan langsung hunting buku-nya. Nyatanya sampai bertahun-tahun tak ada yang tahu tentang buku atau tulisan ilmiah yang pernah dipublikasikan, apalagi kalau dikatakan bahwa penemuan ini lebih hebat dari penemuan Newton atau Einstein.
Saya akan kasih hint sedikit bagaimana melacak berita-berita yang diindikasi hoax dan kemungkinan besar adalah berita yang tak dapat dipercaya ini. Pertama cari kata kunci dari berita yang dicurigai sebagai hoax. Dalam artikel di atas, kata kunci yang dapat kita ambil adalah:  "Dr. Ahmad Khan", "Duke University","DNA", "chromosome", "Quran". 
Coba kombinasikan pencarian dengan kata kunci tersebut. Jika dilihat hasilnya maka yang muncul tidak memuaskan, lagi-lagi yang muncul adalah berita yang sama. Tak ada publikasi ilmiah DR Ahmad Khan atau Duke University tentang hal ini. DR Ahmad Khan sangat mungkin adalah fiktif. 
Pencarian tentang nama Keith More menunjukkan hasil yang cukup memuaskan, dia adalah Ilmuwan embriologi di University of Toronto Kanada yang sempat juga bekerja di King Abdul Aziz University. Besar kemungkinan nama ini hanya dicatut untuk 'memperkuat" berita ini.
Kalau membaca respon publik ternyata macam-macam. Kebanyakan terkagum dengan berita-berita macam ini. Ada pula yang merasa "tertipu" dan malu karena hoax yang tadinya dikira asli itu sudah disebarluaskannya bahkan jadi materi khutbah Jumat,lalu  belakangan dia tahu kalau itu berita bohong. 
Ada juga yang mengaku sudah lama tahu tentang hoax "suara dari kubur", ternyata ketika orang tadi ibadah haji, ada satu ceramah di tanah suci yang masih saja mengangkat topik yang nyatanya adalah berita palsu tersebut.
Tak henti-henti saya katakan bahwa kita harus waspada dengan hoax apalagi berkait dengan agama. Jangan dikira kebohongan tentang Islam itu hanya yang buruk-buruk saja, bisa saja kebohongan yang justru menampilkan sebaliknya. 
Saya kasih contoh, bagaimana kalau ada yang bilang kalau kakek saya itu ternyata menemukan teori fisika moderen yang tak pernah diceritakan ke orang dan ternyata diam-diam semasa hidupnya melakukan penelitian fisika dan dokumennya dikirim ke kawannya di negri antah berantah lalu baru sekarang diungkap, jauh hari ketika kakek saya sudah meninggal. 
Saya lalu percaya berita itu, dan memberitahu semua orang kalau kakek saya yang dikira cuma guru ngaji, ternyata fisikawan hebat. Di kemudian hari diketahui kalau berita itu hanya olok-olok, bayangkan betapa malunya saya.
Banyak orang sudah pernah diperdaya dan dipermalukan hoax, dari mentri sampai presiden. (Baca kisah Cut Zahara Fona atau Markonah, Blur Energy dll)
Bagi saya kebesaran Allah tak terbantahkan. DNA sendiri yang memiliki jutaan kode itu adalah bukti kebesaran Allah. Gunung, laut samudra, bintang gemintang adalah ayat-ayat Allah yang menunjukkan kebesaran-Nya. Tak perlu "nggumunan" (keheranan) ketika ada gambar foto awan yang nampaknya bertuliskan Allah dsb. Lha wong awan itu saja, bagi orang-orang yang tafakkur, adalah ayat dan bukti kebesaran Allah yang nyata. 
Memang ada banyak fenomena di sekitar yang belum dapat diterima akal manusia, saya tentu juga mengakuinya, namun banyak juga hal yang sekadar isapan jempol, tentu kita harus hati-hati.
Janganlah kecintaan berlebihan kita akan sesuatu (dan sebaliknya) jadi membutakan kita dan menghalangi sikap kritis kita. Tak berkurang sedikitpun kebesaran dan keagungan Allah dengan ada tidaknya hoax ini.
April 24, 2009
~