~Menulis
Jikasaja kakek moyang saya sempat menulis, barangkali saya tak hanya mendengar kisahnya secara lisan dan sepotong-sepotong bahkan pasti banyak cerita yang tak pernah saya dengarkan sama sekali.
Sejak kecil saya bercita-cita menjadi penulis. Sayang saya tak berkesempatan mengembangkan kreatifitas kepenulisan saya. Banyak hal yang saya temui, saya angankan maupun semua tentang pengetahuan, persepsi, ide atau apapun yang menurut saya akan hilang lenyap jika tak dituliskan. 
Godaan menulis saya yang terutama adalah saya tidak PD menuliskan sesuatu karena kalau tulisan itu dibaca lagi terkesan norak, kampungan dan jauh dari sebuah karya sastra tulis yang bagus.
Saya pernah mencoba menulis pengalaman atau diary, tapi rasanya aneh sekali dan malu kalau dibaca. Tak ada yang saya simpan dan tak saya teruskan.
Suatu ketika saya kemudian menulis blog dan tentu saja membaca-baca blog orang lain. Awalnya motivasi saya hanya ingin menuliskan rekam jejak pribadi, alasannya sangat sepele, saya ini sangat pelupa. 
Dengan menuliskan pengalaman atau ide atau apapun tentang saya atau perspektif saya melihat dunia saya jadi punya rekaman kehidupan yang sewaktu-waktu dapat ditelusur lagi. 
Hal lain yang membuat saya lebih pede menulis di blog adalah kita fokus ke ide tulisan. Saya tidak akan terlalu berfikir dengan tata kata atau tata bahasa atau keindahan sastra. Saya hanya menuliskan apa yang ingin saya rekamkan ke abjad-abjad. Menulis dan menulis.
Banyak blog yang saya baca menjadi inspirasi bagi saya untuk menulis, bukan saja inspirasi untuk mencari bahan tulisan, tapi juga gaya bahasa maupun perspektif orang, "the man behind the blog"-nya. Saya menikmati bagaimana kacamata orang lain melihat dan memahami dunia, entah saya sependapat dengannya atau tidak.
Salah satu kekuatan lain blog yang dulu tak saya sadari adalah sifatnya yang mendunia. Saya tak pernah membayangkan tulisan pribadi saya akan dibaca orang dari berbagai tempat. Ini juga membuka pengalaman baru dimana kita dapat bereaksi banyak orang. 
Banyak tulisan yang bagi saya hanya tulisan sepele yang tidak penting malah menginspirasi banyak orang, atau sebaliknya, tulisan yang saya buat serius ternyata tidak diminati.
Melalui menulis di blog pula saya jadi faham apa itu yang diistilahkan sebagai ekonomi kreatif atau ekonomi berbasis ide. Sebuah era baru dimana ide dan kreatifitas menjadi lahan komersial yang di waktu mendatang pasti akan booming.
Saya berkata demikian karena saya mulai mencoba online business, terutama berbasis blog ini dan ternyata sangat potensial. Salah satu alasan mengapa saya setia ngeblog dan tak pernah kepincut dengan media semacam Facebook. Saya akan coba tuliskan tentang ini di blog saya yang lain di mtamim.com.
Jadi sekarang, menulis (utamanya menulis blog) selain motif mengekspresikan diri dan sekedar hobi juga mulai meliriknya sebagai sebuah lahan bisnis yang menggiurkan. Soal yang kedua ini barangkali nanti akan saya tularkan juga ke teman-teman. 
~